Minggu, 04 Oktober 2015

KOREKSI PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN


KOREKSI PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN
Oleh : Anggraini (A1D115013)
PERHATIKAN PENGGALAN LATAR BELAKANG SKRIPSI DIBAWAH INI !



Baiklah langsung saja kita koreksi penggunaan EYD pada latar belakang disamping :
·        “Oleh sebab itu pendidikan bagian integral dari kehidupan suatu bangsa,.....” paragraf 1 kalimat ke-2  seharusnya pada kata oleh sebab itu akan menjadi sempurna bila ditambahkan tanda koma (,) karena pada
·        “.... nonformal baik yang dikembangkan oleh Negara maupun swasta yang sama-sama ingin mewujudkan kemajuan pendidikan.” Paragraf ke-2 kalimat pertama  kata Negara disini seharusnya tidak perlu menggunakan Huruf Kapital karena huruf kapital hanya dipakai sebagai huruf pertama unsur nama negara bukan kata negara contohnya negara Indonesia
·        “Kegiatan pendidikan disekolah dilaksanakan oleh elemen-elemen penyelenggara pendidikan...” paragraf ke 2 kalimat ke 2 pemakaian kata di pada kata disekolah merupakan kata depan aturan penulisan kata depan pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah dipisah dengan kata yang mengikutinya
·        “ Undang-undang RI No. 22 tahun 2003 pasal 1 ayat 1” paragraf ke 3 kalimat pertama  pada kalimat ini terdapat banyak kesalahan terutama pada penulisan Huruf kapital aturan Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
·        “..... akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. “ paragraf ke 3 kalimat pertama kata Negara disini seharusnya tidak perlu menggunakan Huruf Kapital karena huruf kapital hanya dipakai sebagai huruf pertama unsur nama negara bukan kata negara contohnya negara Indonesia

SELESAI

TUGAS KETIGA PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN


PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN

Nama : Suci Safitri
NIM : A1D115036





·         ... seperti halnya pengembangan Sumber daya pendidiknya, ... (paragraf kedua kalimat pertama)

Kata Sumber pada kalimat terebut melanggar ejaan bahasa Indonesia yang disempurkan. Sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan disebutkan bahwa huruf kapital atau huruf besar dipakai sebgai huruf pertama kata pada awal kalimat, sedangkan kata Sumber pada kalimat tersebut memakai huruf kapital pada pertengahan kalimat.

·         ... pembelajaran tidak akan dapat berlangsung, oleh sebab itu guru memegang... (paragaf keempat kalimat pertama)

Tanda koma setelah kata berlangsung tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan karena seharusnya tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Jadi, penggunaan yang lebih tepat adalah tanda titik karena tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

·         ... pembelajaran tidak akan dapat berlangsung, oleh sebab itu guru memegang... (paragaf keempat kalimat pertama)

Seharusnya setelah kata oleh sebab itu diletakkan tanda koma karena kata oleh sebab itu merupakan ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat.

·         Kendala yang terdapat disekolah ini juga terdapat... (paragraf kelima kalimat pertama)

Kata disekolah seharusnya dipisahkan antara kata di dan sekolah karena kata disekolah merupakan kata depan dan untuk menyatakan atau mengantar kata keterangan tempat selain manusia atau binatang, baik tertentu maupun tak tentu.

·         ... isi dari buku paket kedalam buku catatan... (paragraf keenam kalimat kedua)

Kata kedalam merupakan kata depan, maka ke harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, dengan ciri bahwa ke bersama ke bersama kata yang mengikutinya itu dapat menjawab pertanyaan.

·         ... sibuk mengajar didepan kelas tanpa memperhatikan... (paragraf keenam kalimat keempat)

Kata didepan seharusnya dipisahkan antara kata di dan depan karena kata didepan merupakan kata depan dan untuk menyatakan atau mengantar kata keterangan tempat selain manusia atau binatang, baik tertentu maupun tak tentu.

·         ... hasil belajar yang di peroleh oleh siswa, ... (paragraf keenam kalimat keempat)

Fungsi kata di pada kata di peroleh sebagai kata awalan. Oleh karena itu, penulisan menurut ejaan yang disempurnakan seharusnya kata di peroleh dirangkai.


selesai 

Menganalisis Ejaan Yang Disempurnakan (A1D115002)







Nama   : Nur Amalina
NIM    : A1D115002



Menganalisis Paragraf yang Sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Dikatakan sebagai proses kognitif karena pada dasarnya kegiatan-kegiatan yang terlibat dalam membaca tingkat ini adalah kegiatan-kegiatan berfikir dan bernalar termasuk mengingat, meskipun pada taraf penerimaan lambang- lambang tertulis diperlukan kemampuan-kemampuan motoris berupa gerakan mata itu erat sekali kaitannya dengan kecepatan membaca .1) yang dimaksud dengan kecepatan membaca adalah kemampuan seseorang dalam menggerakkan mata secara cepat dan tepat pada saat membaca sehingga memperoleh rata-rata kecepatan baca berupa jumlah kata 2)permenit.
Kenyataan yang ada sepengetahuan peneliti , sampai sekarang kemampuan membaca siswa di SDN 64/1 3) muara bulian belum diketahui apakah siswa telah mampu membaca dengan baik atau belum ada informasi yang bisa menjelaskan tentang kemampuan membaca siswa tersebut. Dengan mengetahui kemampuan membaca cepat tersebut, maka kemampuan membaca cepat siswa dapat 4) di bina dan dikembangkan dengan jalan berlatih.
Dalam rangka peningkatan pengajaran bahasa 5) indonesia di SD perlu adanya peningkatan pelajaran membaca. Salah satu pengajaran membaca tersebut adalah membaca cepat yang disertai pemahaman isi bacaan minimal 70%. Namunsebelum hal itu dapat dilaksanakan perlu adanya informasi yang aktual mengenai hal tersebut.
Dalam proses belajar mengajar, kecepatan membaca siswa sangat diperlukan untuk bisa mengetahui isi buku dan pemahaman isi buku dengan cepat . Dengan membaca dan pemahaman  yang cepat pula, prestasi siswa bisa semakin meningkat. Akan tetapi, kenyataan minat membaca atau kecepatan membaca dan pemahaman bacaan secara cepat, sera kurangnya latihan terstruktur yang dilakukan oleh siswa SDN 64/1 muara bulian menyebabkan kecepatan membaca siswa kurang maksimal.
Peneliti mengangkat judul mengenai membaca cepat dengan judul “Kemampuan membaca cepatsiswa kelas v SDN 64/1 Muara Bulian Tahun

Berikut adalah perbaikan yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan :

1.      Penggunaan huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Perbaikan : “Yang dimaksud dengan kecepatan membaca adalah kemampuan seseorang dalam menggerakkan mata secara cepat dan tepat pada saat membaca sehingga...”
2.      Partikel per yang berarti “mulai”, “demi”, dan “tiap” ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. Kata permenit dalam kalimat tersebut berarti “tiap menit” sehingga harus ditulis terpisah dari kalimat yang mengikutinya.
“...memperoleh rata-rata kecepatan baca berupa jumlah kata per menit.”

3.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.  Jadi, perbaikan yang tepat : “...kemampuan membaca siswa di SDN 64/1 Muara Bulian belum diketahui apakah siswa telah mampu membaca dengan baik atau belum ada informasi yang bisa menjelaskan tentang kemampuan membaca siswa tersebut.”

4.      Penggunaan kata depan di dengan kata dasar yang mempunyai imbuhan-me ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Perbaikan : “Dengan mengetahui kemampuan membaca cepat tersebut, maka kemampuan membaca cepat siswa dapat  dibina dan dikembangkan dengan jalan berlatih.”

5.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Perbaikan : “Dalam rangka peningkatan pengajaran bahasa Indonesia di SD perlu adanya peningkatan pelajaran membaca.”

Menganalisis sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (A1D115001)



Nama   : Fitria Febriani
NIM    : A1D115001


Menganalisis Paragraf yang Sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak tergolong rendah, karena sarana dan prasarana pendidikan 1)khusunya perpustakaan dengan buku-bukunya belum mencapai proritas dalam penyelenggaraannya. Sedangkan, kegiatan membaca membutuhkan adanya buku yang cukup dan bermutu serta eksistensi perpustakaan dalam menunjang proses pembelajaran.
            Ditingkat 2)sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi kemampuan membaca, 3)Khususnya kemampuan membaca cepat merupakan satu diantara butir pembelajaran bahasa Indonesia yang tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Untuk itu, tuntutan kurikulum sekolah dasar menekankan pada bagaiman guru mengajar pada bidang studi tersebut, agar murid memiliki kemampuan membaca cepat yang baik, hal ini perlu adanya binaan dan peningkatan mutu pengajaran membaca.
            Keterampilan dalam segala bidang 4)khusunya merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh semua siswa sejak dini. Keterampilan membaca tidak akan diraih dengan mudah oleh setiap siswa kalau tidak dibiasakan sejak awal. Selain itu untuk mencapai keterampilan tersebut membutuhkan metode pembelajaran yang efektif. Membaca merupakan kegiatan yang sering dibutuhkan semua individu khususnya siswa yang mencermati sebuah 5)kalimat.memaknai kata mencari informasi dan data-data lain yang terkait dengan kegiatan 6)belajar.Dapat menghemat waktu,menciptakan efesiensi,memperluas cakrawala mental siswa, membantu berbicara secara efektif,membantu menghadapi ujian dan 7)sebagainya

Berikut adalah perbaikan yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan :
1.      Pada kalimat tersebut kata “Khusunya” tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan.
Perbaikan kalimat :
“...khususnya perpustakaan dengan buku-bukunya belum mencapai proritas dalam penyelenggaraannya.”

2.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama instansi.
Perbaikan kalimat :
“Ditingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi kemampuan membaca, ...”

3.      Pada kalimat tersebut penggunaan huruf kapital tidak dipakai setelah tanda koma.
Perbaikan kalimat :
“Ditingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi kemampuan membaca, khususnya kemampuan membaca cepat...”

4.      Pada kalimat tersebut kata “Khusunya” tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan.
Perbaikan kalimat :
Keterampilan dalam segala bidang khususnya merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh semua siswa sejak dini.

5.      Karena masih dalam satu kalimat penggunaan tanda titik tidak tepat. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian.
Perbaikan kalimat :
“...khususnya siswa yang mencermati sebuah kalimat, memaknai kata,  mencari informasi...”

6.      Karena masih dalam suatu perincian dari induk kalimat penggunaan tanda titik disertai huruf kapital tidak tepat.
Perbaikan kalimat :
“...kegiatan belajar, dapat menghemat waktu...”

7.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Perbaikan kalimat :
“...membantu menghadapi ujian dan sebagainya.”